Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
Jhonny Allen tiba di gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap
Para peneliti Italia yakin bahwa anak ayam bisa penambahan dan pengurangan
Benda-benda kuno berusia 3.000 tahun lalu ditemukan di Sinai, Mesir.

Rusia Mungkinkan Pemilu Via Ponsel

KPU Rusia sedang mengembangkan aplikasi berbasis Java yang dapat didownload ke dalam ponsel. Aplikasi ini akan memungkinkan proses voting melalui jaringan selular berlangsung dengan aman....
hape

Arkeolog Temukan Kuil di Sinai Mesir

Di antara penemuan ini adalah kuil dari lumpur bata yang sangat panjang. Dengan ukuran area lebar 70 meter dan panjang 80 meter, memiliki dinding bata dari lumpur itu panjangnya tiga meter dalam susunan bangunannya...
peradaban mesir

Tradisi Nyongkolan di Lombok Kian Marak

Tradisi nyongkolan hampir dilupakan warga, namun setelah digelar Bulan Apresiasi Budaya (BAP) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, nyongkolan kembali semarak.
Nyongkolan
Tampilkan postingan dengan label bencana alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bencana alam. Tampilkan semua postingan
Mahbub Karumbu - Mataram, Sedikitnya 556 sekolah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat rusak berat, sedang dan ringan akibat gempa bumi berkekuatan 6,8 SR yang terjadi, Senin (26/11) dini hari lalu.

Data kerusakan bangunan sekolah ini merupakan data yang sementara yang dihimpun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi NTB, Muhammad Thaib, Jumat (30/11).

Selanjutnya, data yang diperoleh tersebut akan disampaikan ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi.

Selain merusak ratusan bangunan sekolah, gempa tersebut juga merusak sekitar 5.000 rumah warga dan fasilitas umum lainnya. Bahkan lima orang di Kabupaten Dompu dan seorang lainnya di Kabupaten Bima meninggal dunia. (doa)

www.elshinta.com (30/11/2007 18:19 WIB)
Mahbub Karumbu - Mataram, Ratusan warga lingkungan Karang Seme, Kelurahan Karang Pule, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengungsi di mesjid-mesjid akibat banjir dengan ketinggian mencapai tiga meter.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak malam tadi yang menyebabkan meluapnya Sungai Olor di wilayah tersebut.
Dari pantauan, Sabtu (10/1) siang ini, warga terus berdatangan membawa barang-barang mereka, diantaranya beras, kursi dan peralatan elektronik seperti lemari es dan televisi.
Ketua Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Mataram, Suhaili kepada ELSHINTA mengatakan, banjir menyebabkan ratusan rumah warga tergenang air dan puluhan rumah lainnya terendam dengan ketinggian lebih dari tiga meter.
Banjir juga merendam beberapa hektar sawah milik warga, terutama yang berada di pinggiran Sungai Olor.
Selain merendam lingkungan Karang Seme, banjir juga terjadi di sejumlah tempat di Kota Mataram, antara lain di Babakan, Suweta, Sekabela, Bintaro dan Kampung Banjar. (der)

www.elshinta.com (10/1/2009 12:13 WIB)
Mahbub Karumbu - Mataram, Warga Kota Mataram masih mengungsi di tenda-tenda darurat yang ada di Kecamatan Ampenan dan Kelurahan Abiantubuh menyusul volume banjir yang belum menurun.

Banjir terjadi di beberapa tempat di Kota Mataram seperti di Babakan, Abiantubuh, Karangsuma, Karbele, Bintaro, Kampung Bugis dan Kampung Banjar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Walikota Mataram Mohammad Ruslan, Minggu (11/1) pagi ini menyebutkan, untuk korban banjir, Pemkot Mataram telah menyalurkan bantuan makanan berupa mie instan, roti dan air minum.

Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Mataram khususnya Mataram Selatan ini menurut Ruslan murni disebabkan karena tingginya curah hujan dan bukan karena faktor timbunan sampah yang menyebabkan tersumbatnya aliran sungai.

"Tidak ada yang perlu dipersalahkan, ini murni curah hujan yang begitu deras. Kalau ada timbunan sampah masa tidak kita angkut", ungkap Ruslan. 

Dari pantauan ELSHINTA pagi ini, saat ini cuaca mulai membaik, hujan reda sejak pagi tadi. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun banyak warga kehilangan harta benda dan beberapa hektar sawah mereka rusak terendam banjir. (heh)

www.elshinta.com (11/1/2009 8:12 WIB)