Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
Jhonny Allen tiba di gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap
Para peneliti Italia yakin bahwa anak ayam bisa penambahan dan pengurangan
Benda-benda kuno berusia 3.000 tahun lalu ditemukan di Sinai, Mesir.

Rusia Mungkinkan Pemilu Via Ponsel

KPU Rusia sedang mengembangkan aplikasi berbasis Java yang dapat didownload ke dalam ponsel. Aplikasi ini akan memungkinkan proses voting melalui jaringan selular berlangsung dengan aman....
hape

Arkeolog Temukan Kuil di Sinai Mesir

Di antara penemuan ini adalah kuil dari lumpur bata yang sangat panjang. Dengan ukuran area lebar 70 meter dan panjang 80 meter, memiliki dinding bata dari lumpur itu panjangnya tiga meter dalam susunan bangunannya...
peradaban mesir

Tradisi Nyongkolan di Lombok Kian Marak

Tradisi nyongkolan hampir dilupakan warga, namun setelah digelar Bulan Apresiasi Budaya (BAP) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, nyongkolan kembali semarak.
Nyongkolan
Tampilkan postingan dengan label iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iklim. Tampilkan semua postingan
Mahbub Karumbu-Mataram, Nahkoda Kapal Motor Naga Mas Perkasa Teo Eng Jong, 37 tahun, yang hilang dalam kecelakaan laut di sekitar Selat Alas, Nusa Tenggara Barat, akibat cuaca buruk Senin pekan lalu, hingga kini belum ditemukan. Pangkalan TNI Angkatan Laut Mataram menyatakan pencarian dihentikan karena sudah melewati batas waktu tujuh hari pencarian, sesuai prosedur pencarian dan penyelamatan. 
Perwira Operasi Pangkalan TNI Angkatan Laut Mataram Mayor Laut Ali menjelaskan, Teo Eng Jong adalah satu-satunya korban yang diperkirakan tewas. Sementara dua belas anak buah kapal lainnya selamat.
Tim penyelamat dari TNI Angkatan Laut sempat menduga jenazah Teo Eng Jong terperangkap di dalam kapal yang terbalik. Namun tim penyelamat tidak bisa melakukan pencarian karena badai yang terjadi terus menerus di perairan itu selama satu pekan terakhir. 
Menurut Mayor Ali, kemarin pihaknya berhasil menyelam dan masuk ke seluruh ruang kapal yang terbalik tersebut namun jenazah korban tidak ditemukan. Dan, kemarin sore pihaknya juga menerima kabar dari Polairud Calabai, Kabupaten Dompu, sekitar 20 hingga 30 mil dari lokasi tenggelamnya kapal, tentang penemuan mayat dengan ciri-ciri yang mirip dengan Teo Eng Jong. 
Kapal Motor Naga Mas Perkasa dan sebuah kapal lainnya yang merupakan kapal-kapal penangkap ikan begerak dalam satu armada dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur pada Senin pekan lalu. Nahkoda Teo Eng Jong diperkirakan terperangkap di dalam kapal ketika kecelakaan laut terjadi. Saat ini Pangkalan TNI Angkatan Laut Mataram sudah menghubungi pihak keluarga Teo Eng Jong untuk mengidentifikasi jenazah yang ditemukan di perairan Calabai Dompu.
www.elshinta.com

Mahbub Karumbu - Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat menutup semua jalur pendakian hingga 31 Maret 2009 karena cuaca buruk.

Sebanyak empat jalur resmi pendakian Gunung Rinjani, masing-masing jalur Senaru, Sembalun, Torean dan Temenu sudah ditutup sejak 2 Januari lalu.

Kepala Balai TNGR, Aris Toengkagie kepada ELSHINTA, Jumat (13/2) siang ini mengatakan, Balai TNGR menyiagakan masing-masing tujuh petugas di setiap pos selama 24 jam dan melakukan patroli di semua jalur resmi, terutama juga di jalur-jalur tikus atau jalur tidak resmi untuk menjaga kemungkinan adanya pendaki yang nekat mendaki ke puncak ataupun hanya sampai di Danau Segar Anak yang terdapat di punggung Rinjani.

Sejauh ini baru satu orang wisatawan mancanegara asal Kanada yang berhasil dicegah untuk melakukan pendakian.

Gunung Rinjani adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dengan ketinggian 3.726 mdpl, serta kawasan wisata alam Taman Nasional Gunung Rinjani seluas 41.330 hektare yang amat diminati wisatawan mancanegara.

Tahun 2008 lalu tercatat sebanyak 6.505 wisatawan asing datang berkunjung, atau mengalami kenaikan 44 persen dibandingkan tahun 2007 sebanyak 4.500 wisatawan asing.

Sedangkan wisatawan lokal yang berkunjung pada tahun 2008 lalu sebanyak 3.000-an orang, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.000-an orang. Puncak kunjungan wisatawan biasanya terjadi pada sekitar Juli hingga September.
www.elshinta.com

Foto: Satu dari lima rumah di Kampung Bugis, Mataram, yang ambruk diterjang ombak pasang.

Mahbub Karumbu-Mataram, Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperkirakan cuaca buruk masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu seluruh aktivitas pelayaran dan penerbangan serta daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Kasi Observasi dan Informasi Stamet Selaparang Mataram, Catur Winarti, dari foto satelit udara terlihat adanya pertumbuhan awan hujan dalam dua atau tiga hari ke depan sehingga berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini, kata Winarti, diperkirakan akan terus terjadi hingga puncak musim penghujan pada bulan Februari mendatang.
Yang perlu diwaspadai, kata Winarti, adalah terjadinya hujan disertai angin kencang yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang. Terlebih lagi pada tanggal 10 hingga 14 Januari ini terjadi periode gelombang pasang sekitar 2,5 meter sampai 3 meter sehingga kegiatan pelayaran harus berhati-hati, sementara cuaca buruk pun mengganggu aktivitas penerbangan karena kecepatan angin cukup tinggi yakni berkisar antara 15 knot sampai 25 knot.
Cuaca buruk yang tejradi sejak Jumat malam lalu menyebabkan pihak Bandara Selaparang melakukan status buka-tutup bandara seperti yang terjadi pada Sabtu sore selama 1,5 jam.
Sementara itu hujan deras sejak Sabtu dinihari hingga Minggu pagi tadi menyebabkan ratusan rumah warga di Kota Mataram terendam air hingga 3 meter. Sedangkan di Kabupaten Lombok barat, pihak Posko Bencana Banjir setempat menyebutkan sekitar 10 ribu kepala keluarga atau lebih dari 90 ribu jiwa menjadi korban banjir, selain dari dua orang yang ditemukan tewas. (mbu)

www.elshinta.com
Label: 1 komentar | | edit post