Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
Jhonny Allen tiba di gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap
Para peneliti Italia yakin bahwa anak ayam bisa penambahan dan pengurangan
Benda-benda kuno berusia 3.000 tahun lalu ditemukan di Sinai, Mesir.

Rusia Mungkinkan Pemilu Via Ponsel

KPU Rusia sedang mengembangkan aplikasi berbasis Java yang dapat didownload ke dalam ponsel. Aplikasi ini akan memungkinkan proses voting melalui jaringan selular berlangsung dengan aman....
hape

Arkeolog Temukan Kuil di Sinai Mesir

Di antara penemuan ini adalah kuil dari lumpur bata yang sangat panjang. Dengan ukuran area lebar 70 meter dan panjang 80 meter, memiliki dinding bata dari lumpur itu panjangnya tiga meter dalam susunan bangunannya...
peradaban mesir

Tradisi Nyongkolan di Lombok Kian Marak

Tradisi nyongkolan hampir dilupakan warga, namun setelah digelar Bulan Apresiasi Budaya (BAP) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, nyongkolan kembali semarak.
Nyongkolan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Mahbub Karumbu-Mataram, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi mengatakan salah satu faktor utama penyebab banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Lombok Utara adalah akibat kerusakan hutan, selain karena curah hujan yang cukup tinggi. Karena itu isu lingkungan menjadi sangat krusial untuk diperhatikan.
Menurut Zainul Majdi, penggundulan hutan disebabkan perambahan hutan secara liar maupun alih fungsi untuk tanaman seperti kakao. Dia menilai, kakao memang salah satu tanaman produktif bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, tanaman seperti itu tidak dapat menahan air saat curah hujan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu, Zainul Majdi mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda NTB untuk meningkatkan pengawasan terhadap ilegal logging demi menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB, banjir bandang di Kabupaten Lombok Utara pada sabtu lalu menyebabkan 30 buah rumah rusak berat dan 140 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Selain itu sebuah masjid dan sebuah wihara rusak berat. Banjir banjir juga menyebabkan sebuah dam irigasi jebol dan rusak berat, menyebabkan aliran listrik dan saluran PDAM putus, serta mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak tanah saat ini. Total kerugian material ditaksir 13,4 miliar rupiah, meskipun tidak menimbulkan korban meninggal dunia. (mbu)

www.elshinta.com
Mahbub Karumbu - Mataram, Sekitar 30 mahasiswa pencinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat memperingati Hari Air se-Dunia dengan berorasi di depan Kantor Gubernur NTB.
Selain berorasi Sabtu (22/3) pagi ini, mereka juga membagikan surat pernyataan sikap yang berisi imbauan kepada masyarakat luas untuk menjaga integritas ekologi dan tata alam yang terdegradasi demi kelangsungan hidup umat manusia.
Dalam orasinya para mahasiswa menuntut agar program pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup harus tertuju pada kebijakan strategis, seperti tata ruang dan konservasi sumber daya alam, sehingga pembangunan dapat berkelanjutan.
Aksi unjuk rasa ini sama sekali tidak mendapat penjagaan dari aparat kepolisian. Namun tak jauh dari lokasi unjuk rasa, terlihat dua personil polisi lalu lintas mengamati aksi para mahasiswa yang membagikan pamflet di depan kantor gubernur di tengah padatnya arus lalu lintas. (doa)

www.elshinta.com
Mahbub Karumbu - Mataram, Sejumlah aparat TNI hari ini akan kembali membantu Satuan Polisi Hutan Dinas Kehutanan NTB untuk menangkap dua pelaku kerusakan hutan di kawasan Hutan Lindung Lembah Sempaga.

Hal tersebut menyusul malam tadi kedua tersangka tersebut gagal ditangkap. Karena ke-48 aparat gabungan, yaitu Polisi Hutan dan TNI bersenjata api dari Korem Wirabhakti dan Polisi Militer tersebut dihadang oleh sekitar 300 warga yang tinggal di kawasan hutan lindung.

Untuk menghindari bentrokan, TNI dan aparat Polisi Hutan memilih untuk mundur serta kembali ke Kantor Dinas Kehutanan NTB di Mataram. Mereka langsung mengadakan rapat koordinasi dan memutuskan akan kembali ke Lembah Sempaga hari ini dengan jumlah personil yang lebih besar.

Kepala Sub Dinas Pelestarian dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan NTB, Dadi Purnama, Jumat (2/3) mengatakan, pada penangkapan yang dilakukan malam tadi, ratusan warga Lembah Sempaga berniat untuk menghalangi petugas yang akan menangkap dua pelaku kerusakan hutan tersebut. Namun aparat TNI dan Polisi Hutan berhasil menenangkan massa dan dapat kembali ke Mataram.

Namun demikian, dua bulan lalu, warga Lembah Sempaga juga menyerang dan merusak pos polisi hutan, hanya berselang satu hari setelah petugas menangkap seorang pelaku kerusakan hutan. (dir)
www.elshinta.com (2/3/2007 6:03 WIB)