Mahbub Karumbu-Mataram, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi mengatakan salah satu faktor utama penyebab banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Lombok Utara adalah akibat kerusakan hutan, selain karena curah hujan yang cukup tinggi. Karena itu isu lingkungan menjadi sangat krusial untuk diperhatikan.
Menurut Zainul Majdi, penggundulan hutan disebabkan perambahan hutan secara liar maupun alih fungsi untuk tanaman seperti kakao. Dia menilai, kakao memang salah satu tanaman produktif bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, tanaman seperti itu tidak dapat menahan air saat curah hujan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu, Zainul Majdi mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda NTB untuk meningkatkan pengawasan terhadap ilegal logging demi menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB, banjir bandang di Kabupaten Lombok Utara pada sabtu lalu menyebabkan 30 buah rumah rusak berat dan 140 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Selain itu sebuah masjid dan sebuah wihara rusak berat. Banjir banjir juga menyebabkan sebuah dam irigasi jebol dan rusak berat, menyebabkan aliran listrik dan saluran PDAM putus, serta mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak tanah saat ini. Total kerugian material ditaksir 13,4 miliar rupiah, meskipun tidak menimbulkan korban meninggal dunia. (mbu)
www.elshinta.com
Menurut Zainul Majdi, penggundulan hutan disebabkan perambahan hutan secara liar maupun alih fungsi untuk tanaman seperti kakao. Dia menilai, kakao memang salah satu tanaman produktif bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, tanaman seperti itu tidak dapat menahan air saat curah hujan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan banjir. Karena itu, Zainul Majdi mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda NTB untuk meningkatkan pengawasan terhadap ilegal logging demi menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya.
Berdasarkan laporan sementara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB, banjir bandang di Kabupaten Lombok Utara pada sabtu lalu menyebabkan 30 buah rumah rusak berat dan 140 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Selain itu sebuah masjid dan sebuah wihara rusak berat. Banjir banjir juga menyebabkan sebuah dam irigasi jebol dan rusak berat, menyebabkan aliran listrik dan saluran PDAM putus, serta mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak tanah saat ini. Total kerugian material ditaksir 13,4 miliar rupiah, meskipun tidak menimbulkan korban meninggal dunia. (mbu)
www.elshinta.com












