Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune
Subscribe to Zinmag Tribune by mail
Jhonny Allen tiba di gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap
Para peneliti Italia yakin bahwa anak ayam bisa penambahan dan pengurangan
Benda-benda kuno berusia 3.000 tahun lalu ditemukan di Sinai, Mesir.

Rusia Mungkinkan Pemilu Via Ponsel

KPU Rusia sedang mengembangkan aplikasi berbasis Java yang dapat didownload ke dalam ponsel. Aplikasi ini akan memungkinkan proses voting melalui jaringan selular berlangsung dengan aman....
hape

Arkeolog Temukan Kuil di Sinai Mesir

Di antara penemuan ini adalah kuil dari lumpur bata yang sangat panjang. Dengan ukuran area lebar 70 meter dan panjang 80 meter, memiliki dinding bata dari lumpur itu panjangnya tiga meter dalam susunan bangunannya...
peradaban mesir

Tradisi Nyongkolan di Lombok Kian Marak

Tradisi nyongkolan hampir dilupakan warga, namun setelah digelar Bulan Apresiasi Budaya (BAP) oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, nyongkolan kembali semarak.
Nyongkolan
Tampilkan postingan dengan label unjuk rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unjuk rasa. Tampilkan semua postingan

Mahbub Karumbu - Mataram, Sekitar 15 orang dari Jaringan Nasional Advokasi Pembantu Rumah Tangga (Jala PRT) melakukan aksi menuntut penetapan 15 Februari sebagai hari pembantu rumah tangga dan menjadi hari libur nasional.

Aksi unjuk rasa digelar di Jalan Langko Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (14/2) siang ini.

Dalam aksinya mereka berorasi dan membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap kepada para pengguna jalan serta membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan mereka.

Pada orasinya mereka menilai PRT banyak mengalami kekerasan dalam pekerjaannya, seperti upah yang ditunda, upah yang dipotong, upah yang tidak dibayar dan bahkan kekerasan fisik dan psikis, beban kerja yang berat, pelecehan seksual serta eksploitasi jam kerja.

Karena itu, selain menuntut adanya pengakuan tanggal 15 Februari sebagai peringatan Hari PRT Nasional, para pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah mewujudkan undang-undang perlindungan PRT dan peraturan daerah perlindungan PRT.

Mereka juga menuntut adanya pengakuan dan penghargaan publik serta negara terhadap para PRT sebagai pekerja dan hak-hak yang melekat. (der)
www.elshinta.com
Mahbub Karumbu - Mataram, Sekitar 30 mahasiswa pencinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat memperingati Hari Air se-Dunia dengan berorasi di depan Kantor Gubernur NTB.
Selain berorasi Sabtu (22/3) pagi ini, mereka juga membagikan surat pernyataan sikap yang berisi imbauan kepada masyarakat luas untuk menjaga integritas ekologi dan tata alam yang terdegradasi demi kelangsungan hidup umat manusia.
Dalam orasinya para mahasiswa menuntut agar program pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup harus tertuju pada kebijakan strategis, seperti tata ruang dan konservasi sumber daya alam, sehingga pembangunan dapat berkelanjutan.
Aksi unjuk rasa ini sama sekali tidak mendapat penjagaan dari aparat kepolisian. Namun tak jauh dari lokasi unjuk rasa, terlihat dua personil polisi lalu lintas mengamati aksi para mahasiswa yang membagikan pamflet di depan kantor gubernur di tengah padatnya arus lalu lintas. (doa)

www.elshinta.com
Mahbub Karumbu - Mataram, Lebih dari 150 mahasiswa IAIN Mataram, Kamis (22/11) hari ini menyegel kampus dan membubarkan aktivitas belajar mengajar di ruang kelas, serta membakar kursi di lapangan kampus. 
Aksi itu dilakukan sebagai protes atas sikap Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat, Prof. Asnawi yang menolak permintaan mahasiswa untuk berdialog saat kunjungan perwakilan Departemen Agama RI ke lokasi pembangunan kampus baru IAIN di Kota Mataram Rabu kemarin.  
Dalam kunjungan perwakilan Depag tersebut, mahasiswa ingin mempertanyakan kejelasan pembangunan kampus baru IAIN yang tidak kunjung selesai sejak mulai dibangun 2005 lalu. Namun mengingat padatnya kunjungan perwakilan Depag, Rektor IAIN menolak permintaan mahasiswa. 
Saat itu mahasiswa menjadi marah dan menyatakan akan membuat kerusuhan di dalam kampus selama satu pekan dimulai pada hari ini.
Dalam unjuk rasa mahasiswa hari ini, aksi hanya dikawal sejumlah anggota resimen mahasiswa IAIN dan tidak terlihat seorangpun aparat kepolisian. Sedangkan tawaran dialog oleh Rektor IAIN ditolak oleh mahasiswa. 
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Mataram, Wahyu Satriyadi menyatakan, sejak saat ini tidak akan ada lagi dialog dengan pihak rektorat dan mahasiswa tetap akan berbuat anarkis di dalam kampus hingga satu minggu ke depan tanpa tuntutan apapun. (der)

www.elshinta.com (22/11/2007 12:31 WIB)

Mahbub Karumbu - Mataram, Aksi mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (17/1) siang ini berakhir dengan bentrokan.

Bentrokan dengan satpam kampus itu terjadi saat mahasiswa demo untuk mempertanyakan status Program Studi Pendidikan Fisika di kampus itu yang belum terakreditasi, padahal masa coba selama dua tahun telah berakhir.

Aksi mahasiswa itu menjadi anarkis setelah petugas pengamanan berupaya membubarkan aksi itu. Selanjutnya mahasiswa balik menyerang dan baku pukulpun tak terhindarkan. 

Mahasiswa yang terdesak lalu mundur dan melakukan pelemparan kampus hingga menyebabkan 25 jendela kampus pecah, seorang satpam mengalami luka, seorang jurnalis luka karena pelemparan serta beberapa mahasiswa yang mengalami luka memar akibat terkena pukulan.

Selain itu sejauh pantauan ELSHINTA meski situasi mulai kondusif namun akibat aksi pihak rektorat terpaksa harus memulangkan ribuan mahasiswa yang tengah kuliah, sementara aktivitas di kampus juga untuk sementara ditiadakan.

Kerusuhan baru mereda setelah polisi datang. Seorang mahasiswa yang diduga melakukan tindak pengrusakan ditangkap. Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Mataram, AKP Arief Yuswanto. (heh)

www.elshinta.com (17/1/2009 13:16 WIB)